Selasa, 01 Januari 2013

Rumah Kontrakan Angker Bekasi (True Story)

Cerita ini saya buat karena terinspirasi dengan karya pijar88 dalam true story nya yang berjudul 4 tahun tinggal dirumah hantu.
Lokasi kejadian ini saya alami ketika saya mengontrak di sebuah rumah yang sepertinya tidak terurus pada awal pertama kami datang dan melihat TKP.
Bintara 9 Kp.Setu (trims buat kaskuser yang ngasih tau Kp.Setu) namun saya lupa RT/RW dan nama gang nya, adalah alamat dimana rumah itu berada
Saya tak pernah (bukan tak sempat) memfoto-foto lokasi (karena pada waktu itu saya pikir buat apaan).Terakhir saya tinggalkan rumah itu masih terlihat suram bahkan ada beberapa kerusakan yang saya biarkan (tidak tahu keadaan sekarang).
Kesaksian kaskuer lain tentang kp.setuhttp://www.kaskus.co.id/show_post/50...66300004b/701/

Quote:
Gini ceritanya gan
Pada waktu itu gw baru aj pindah kontrakan dari daerah Penggilingan ke daerah Bekasih, alasan gw pindah adalah karena rumah gw kemasukan maling 4 Hp ma dompet gw raib.

Akhirnya ada temen kerja ane gan ngasih tau kalau diderah bintara bekasi ada kontrakan kosong satu rumah dengan harga 400 rb, cukup murahlah untuk ukuran satu rumah.
Selang satu bulan kemudian ane pindahlah kesana yang beberapa hari sebelumnya sudah bertemu dengan sang pemilik rumah tersebut didaerah buaran, harga telah kami sepakati dan kami diberikan kunci rumah tersebut.

Ane cukup kaget gan begitu langsung ke TKP ngeliat rumah, awalnya ane kira seperti rumah-rumah biasa ya mungkin memang kotor tapi tidak kotor banget seperti rumah yang bakal ane tempatin. Satu biji bohlam pun ngak ada buat penerangan, begitu ane cek kamar tidur tempatnya keliatan suram dan rada gelap kemudian dilanjutkan cek kamar mandi ane cuma geleng-geleng kepala, kemudian ane tanya tentang tirai yang berwarna hijau yang menutupi sebuah ruangan kepada pemiliknya " pak dibalik tirai ini ruang apa ya " tanya ane, dan si pemilik menjawab " oh itu sebelah gudang toko material milik toko didepan ", astagong sebuah gudang material disamping rumah cuma dikasih penyekat selembar triplek ukuran sekitar 2 inch dan ditutupin sebuah tirai (hordeng).

Jujur ane sebenernay ilfill gan tapi mau gimana lagi dan mau tinggal dimana lagi, salah ane terlalu terburu-buru juga si gan (bingung cari kontrakan daerah bekasi yang murmer)

Ok sekilas gambaran tentang keadaan TKP diatas gan, siang hari itu juga ane dan beberapa orang bawaan ane beres-beres dan bersih-bersih rumah,nyapu ngepel ngecat ulang sampe beli beberapa triplek buat ganti langit-langit yang rusak dan nutupin ruang gudang sebelah biar lebih rapih, Allhamdulillah kelar juga gan sampe sore tapi hari itu ane dan keluarga belum langsung tempatin karena bola-bola lampunya belum ane pasang, jadi sementara malam itu ane nginep dirumah mertua didaerah Rawamangun.

Hari berikutnya dan seterusnya kami sudah menempati rumah tersebut, selamatan rumah juga kami adakan dengan beberapa warga sekitar (standart rumah baru nempatin) agar diberi kerberkahan tempat tinggal dan permisi-permisi dengan yang sudah menempati rumah ini terlebih dahulu.

Awal mulai keanehan
Entah kejadiannya hari apa dan jam berapa ane juga dah lupa tapi waktunya ane masih inget kira-kira siang hari, ane berdua ma istri lagi santai-santai dirumah cerita eh tiba-tiba si istri bilang ke ane " Yah semalem aku mimpi tapi kok rada aneh dan ngk masuk diakal ya" ane jawab "ngimpi apaan lagi mana ada mimpi yang masuk diakal", "Aku mimpi ada seorang nenek-nenek beridiri didepan pintu tapi ngak mau masuk padahal sudah aku suruh masuk","trus dimana serunya cerita mimpi kamu" ledek aku sambil tersenyum, "Aku tutuplah pintu dan pas aku balik lagi ada sepucuk surat dalam bahasa inggris, aku lupa isinya apa tapi dikalimat terakhir ada tulisan I LOVED", "Jah apa maksudnya si mimpi gk jelas" jawab ane sambil tertawa kecil.

Lewat sudah kejadian mimpi itu seiring jalannya hari, oh ya sobat kaskus..ane orangnya suka setel musik dan maen musik (gitar) dengan volume cukup keras gk malam gk siang mungkin untuk satu rumah terdengar cukup keras tapi tidak untuk keluar rumah, hal inilah yang bakal ada kaitannya dengan kejadian di hari-hari berikutnya.

Ruang Depan Teras dan Kamar Tidur yang harus gelap
Sepulang kerja ane mampir sebentar ke toko listrik membeli 3 buah lampu merk Ph***s, karena ane baru inget ruang depan rumah/teras dan kamar tidur lampunya mati entah putus atau apa intinya ngak bisa menyala, memang si ane belinya di toko lampu seken yang harganya murah. Yah tapi bingungya diantara lampu seken tersebut hanya lampu kamar ane dan teras depan yang putus.

Sesampainya dirumah pas didepan pintu ada sebuah kertas yang ditempelkan oleh istri ane yang berisi "aku masuk kerja siang, makanan sudah aku siapain di meja makan Satria(nama anaku yang baru berumur 1.3 tahun) aku titip dirumah ibu(mertuaku). Sudah biasa ini adalah hal yang biasa yang terjadi pada kami maklum kami berdua pekerja yang memang terkena jadwal dinas shift.

Ane langsung masuk kerumah (kebiasaan ane jarang mengucapkan salam atau sapaan "kebiasan yg gk bagus dan baru ane ngerti sekarang"), lalu ane langsung sebuah alat yang berfungsi sebagai pemasang lampu dan gagangnya bisa diperpanjang untuk menjangkau tempat tinggi. Ane kroscek kedalam dan memencet saklar begitu juga dengan yang didalam kamar ane dua-duanya menyala, beres urusan lampu ane langsung menuju meja makan.

Sekitar jam 5 an, entah perasaan ane atau apalah kok tiba-tiba ane merasa iseng sendiri berada dirumah, udara kok semakin dingin sampe-sampe bulu kuduk ane berdiri "kok aneh gini ya perasaan"ucap ane dalam hati. Ane coba hiraukan keadaan tersebut dengan menonton TV dan, saat itu juga rasa cape membuat ane terkantuk sampai ane lupa menutup pintu depan dan mematikan TV. Setelah itu ane tertidur dan ngak tau kejadian apalagi sampai dengan istri ane pulang kerja sekitar jam 9 malam, dia membangunkan ane sambil menepuk pipi ane berulang-ulang katang ane dibangunin ngak bangun-bangun.

Sedikit rasa pusing dan terkejut serta tak seperti tak percaya kok istri ane udah pulang. Lalu aku tanya ke dia "Kamu kok dah pulang emang sekarang jam berapa, "Sekarang udah jam 9 malam, kamu ketiduran sampai-sampai pintu depan kamu ngak tutup dan katanya mau beli lampu baru buat teras sama kamar kok belum dibeli si apa belum dipasang ?", Lho bukanya aku sudah pasang tadi ya (keadaan aku saat itu seperti orang bingung yang baru bangun tidur). "Aku kan sudah beli dan sudah aku pasang tadi sore"ucapanku kepada istriku."Mana kamu pasang apaan si orang didepan sama kamar masih gelap gitu kok,kamu ngigau kali ya", waduh semakin bingung saja aku atas penjelasan istriku, langsung saja aku beranjak ke teras depan dari dalam sebenarnya sudah keliatan kalau memang ruang depan agak gelap tapi aku lanjutkan sampai aku benar-benar melihatnya langsung, setibanya di teras depan tepat ucapan istriku keadaan memang gelap dan lampu tidak menyala, sambil bertanya dalam hati "kok bisa ya mati begini padahal aku beli baru dan merknya bagus" setelah itu aku bergegas menuju kamar tidur keadaan yang sama yang diucapkan istrikupun benar, ruangan gelap(tidak terlalu gelap karena cahaya dari ruang tengan masuk) dan lampunya mati.

Edan ada apa dengan semua ini, lalu aku menceritakan semuanya kepada istriku ihwal pemasangan lampu di teras depan dan kamar tidur, sampai-sampai akupun memberikan kardus lampu tersebut dan menjelaskan kepadanya aku membeli baru bukan bekas masa si sudah mati lagi. Kejadian malam itu sebenarnya penuh tanda tanya tapi kami berdua berfikir positif mungkin instalasi rumah ini ada yang tidak beres, setelah berdiskusi dengan istriku, aku memutuskan untuk memanggil ahli listrik ditempat tinggal kami besok pagi.

Anakku merasakannya
Esok paginya aku memanggil seorang tukang listrik dan mendiskusikan permasalahan kami, sementara istriku pergi kerumah orangtuanya untuk menjemput anaku. Dari pemantauan sang tukang dia menjelaskan tidak ada masalah dengan kabel-kabel listriknya semua berjalan normal, sambil memberi uang tips dan berterimakasih atas bantuannya aku seakan tak percaya akan penjelasan sang tukang, dalam hati aku hanya bisa ucapkan "ini orang bisa apa ngak si"

Sore sekitar jam 3 istriku menhubungiku agar minta dijemput dirumah orang tuanya, kami kembali ke rumah kontrakan sekitar pukul 5 sore, kali ini anaku ikut bersama. Selepas maghrib kegiatan kami biasa-biasa saja tak ada yang ane-aneh, sampai kulihat anaku tertawa sendiri dan berlari-lari seperti mengejar sesuatu. Inilah kejadian yang membuat aku dan istriku penuh dengan tanda tanya, pada saat kami berdua ngobrol bersama, aku dan istriku yang sedang duduk dibangku tiba-tiba anaku turun dari pangkuanku dan berjalan layaknya anak kecil yang baru belajar jalan sambil tertawa kecil dan senyum kecil menuju kamar tidur kami, aku dan istriku membiarkan peristiwa itu sambil memperhatikan langkahnya, anaku terus menuju kamar kami dan setibanya dia didepan pintu dia mengucapkan "Baaaaaa...aaaa...aaa" sambil tersenyum menghadap kamar kami yang masih agak gelap. Kata "Baaaa....aaaa.....aaaa" adalah kata-kata yang sering aku ucapkan ke anaku apabila kita sedang bermain bersama atau sehabis aku pulang kerja, dari kejadian itu aku dan istriku kaget dan langsung begegas cepat menuju anaku,aku langsung meraih dan menggendongnya sambil memperhatikan ruangan kamar tidurku. Hanya kosong dan gelap dan tidak ada apa-apa bahkan kucing yang kami kira menjadi perhatian anaku tidak ada.

Quote:Original Posted By link lanjutan cerita

INDEX HALAMAN CERITA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar